mari belajar memahami teori teori komunikasi part 2 bersama ario





Haloo everyone, Jumpa lagi bersama Ario Fernandi yang tampan ini hihi. Pada Blog kali ini aku bakalan bahas beberapa materi kuliah yang yaa sedikit menguras otak maybe, but aku enjoy dan materi kuliah kali ini asikk banget sih jadi kalian wajib bangett baca tulisan ini apalagi di bulan ramadhan ini kita harus tetap produktif ya guys. 

1. Konstruksi Realitas Sosial
Konstruksi realitas sosial merupakan proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif. Asal-usul konstruksi sosial dari filsafat konstruktivisme yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Sejauh ini, ada tiga macam konstruktivisme yaitu sebagai berikut:
  •  Konstruktivisme radikal, hanya dapat mengakui apa yang dibentuk oleh pikiran kita, menyampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai suatu kriteria kebenaran.
  • Realisme hipotesis, pengetahuan adalah sebuah hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki.
  • Konstruktivisme biasa, mengambil semua konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu.
       Dari ketiga macam konstruktivisme tersebut, terdapat kesamaan yang mana konstruktivisme dilihat sebagai sebuah kerja kognitif individu untuk menafsirkan dunia realitas yang ada karena terjadi relasi sosial antara individu dengan lingkungan atau orang di sekitarnya. Pada tingkat generalisasi yang tinggi, manusia menciptakan dunia dalam makna simbolis yang universal, yaitu pandangan hidupnya yang menyeluruh, yang memberi legitimasi dan mengatur bentuk-bentuk sosial serta memberi makna pada berbagai bidang kehidupannya. Proses konstruksinya berlangsung melalui interaksi sosial yang dialektis dari tiga bentuk realitas yang menjadi entry concept, yakni subjective reality, symbolic reality dan objective reality
        Dalam Metode Kontruksi Realitas Sosial ini, aku pernah membaca penelitian yang berjudul "Konstruksi Sosial Anak Jalanan Terhadap Rumah Singgah (Studi Konstruksi Sosial di UPTD Kampung Anak Negeri, Surabaya)

2. Fenomenologi 
    Selanjutnya ini kita lanjut ke Fenomenologi, Fenomenologi merupakan penelitian yang mengkhususkan pada fenomena dan realitas yang tampak untuk mengkaji penjelasan di dalamnya. Fenomenologi sendiri memiliki dua makna, yaitu sebagai filsafat sains dan juga metode penelitian, yang bertujuan untuk mencari arti atau makna dari pengalaman yang ada dalam kehidupan. Fenomenologi akan menggali data untuk menemukan makna dari hal-hal mendasar dan esensial dari fenomena, realitas, atau pengalaman yang dialami oleh objek penelitian.Sebagai metode penelitian, fenomenologi sering dikenal sebagai metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Sesuai dengan asumsi ontologis yang ada dalam paradigma konstruktivisme, peneliti yang menggunakan metode ini akan memperlakukan realitas sebagai konstruksi sosial kebenaran. Realitas juga dipandang sebagai sesuatu yang sifatnya relatif, yaitu sesuai dengan konteks spesifik yang dinilai relevan oleh para aktor sosial. Sebagai metode penelitian, fenomenologi adalah cara membangun pemahaman tentang realitas. Pemahaman tersebut dibangun dari sudut pandang para aktor sosial yang mengalami peristiwa dalam kehidupannya. Pemahaman yang dicapai dalam tataran personal merupakan konstruksi personal realitas atau konstruksi subjektivitas. Berikut ini dikemukakan tahapan-tahapan penelitian fenomenologi dari Husserl:
  • Epoche, pemutusan hubungan dengan pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki sebelumnya. Dengan epoche kita dapat menciptakan ide, perasaan, kesadaran dan pemahaman yang baru.
  • Reduksi Fenomenologi, menjelaskan dalam susunan bahasa bagaimana objek itu terlihat.
  • Variasi Imajinasi, gunanya untuk mencari makna-makna yang mungkin dengan memanfaatkan imajinasi, kerangka rujukan, pemisahan dan pembalikan, serta pendekatan terhadap fenomena dari perspektif, posisi, perananan dan fungsi yang berbeda.
  • Sintetis Makna dan Esensi, di fase ini adalah integrasi intuitif dasar-dasar deskripsi tekstural dan struktural ke dalam satu pernyataan yang menggambarkan hakikat fenomena secara keseluruhan.
Nah dalam metode Fenomenologi ini, aku membaca penelitian yang berjudul "PESONA ’MILITER’: Analisis Fenomenologis Tentang Kesadaran Latar Belakang Calon Presiden Indonesia.

3. Dramaturgi
Okee sampailah kita ke pembahasan terakhir di blog kali ini, yaitu mengenai Dramaturgi. Dramaturgi sendiri sebagai metodologi, karena digunakan untuk melihat sebuah realitas, sehingga fenomena tersebut bisa dijelaskan. Aspek dari dramaturgi adalah pemeran utama sering berusaha menyampaikan kesan bahwa mereka punya hubungan khusus atau jarak sosial lebih dekat dengan khalayak dari pada jarak sosial yang sebenarnya. Dramaturgi ini digunakan untuk melihat sebuah realitas. Peneliti melihat dan menelaah bagaimana interaksi sosial yang terjadi itu sebagai hasil dari bermainnya peran serta karakter. Tujuannya adalah untuk menyelidiki apa yang terjadi, peran apa saja dan bagaimana peran tersebut dalam interaksi antar aktor yang terlibat dalam realitas. Jadi temen-temen, dalam penelitian dramaturgi ini memiliki kata kunci yaitu show, impression, front region, back stage, setting, penampilan dan gaya. Proporsinya sebagai berikut:
  • Semua interaksi sosial terdapat bagian depan (front region) yang ada persamaannya dengan pertujukan teater.
  • Dalam pertunjukan maupun keseharian ada bagian belakangnya (back region)
  • Dalam membahas pertunjukan individu dapat menyajikan suatu penampilan (show) bagi orang lain, tetapi kesan (impression) si pelaku bisa berbeda-beda.
  • Ada panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage).
    Dalam teori ini bahwa konstruksi realitas lahir melalui manajemen pengaruh yang ditimbulkan dari interaksi sosial. Dalam dramaturgi ada konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan timbal balik sesuai yang kita inginkan. Dramaturgi mempelajari konteks perilaku, bukan hasilnya.Kelemahan dari teori Dramaturgi ini ialah harus dibuktikan terlebih dahulu. Teori ini tidak mendukung pemahaman dalam tujuan sosiologi, yakni 'kekuatan kemasyarakatan'.  Teori ini juga terlalu condong pada positivisme. 
    Dari penelitian dramaturgi ini, aku sendiri udah ngebaca penelitian yang berjudul "DRAMATURGI PENGEMIS DI DESA PAGERALANG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS"

So inilah akhir dari pembahasan kita kali ini gaisss, Terima kasih sudah membaca gua ario fernandi pamit undur diri and see you in the next my bolgger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GRAND OPENING SEBLAK MANTAN "Memberikan pengalaman baru "

pengalaman pribadi saya menonton bioskop di masa pandemi