Mari belajar memahami teori - teori komunikasi bersama Ario part 3

Hallo gaisss apa kabar kalian semuaaaa.... Gimana puasanya lancar gaaaa fyi aja nih percuma kalian puasa kalo pacaran hahhaha.... Btw nihh gaiss kali ini saya mau membahas tentang metode penelitian komunikasi kualitatif part 3 nichhhh. Dimana isi blog saya kali ini akan berisi tentang Analisis wacana, semiotika dan juga analisis bingkai. Ohiyaaa buat temen temen sekalian mohon dibaca sampai habis ya pembahasan saya kali ini karena ini pembahasan kali ini sangat menentukan jodoh kalian hehheheh..... Cuss simak sampe abisssss. .. 

1. Analisis wacana 

jad gais untuk pembahasan yang pertama itu ada analisis wacana. Apasih analisis wacana itu? Jadi analisis wacana adalah suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu, agar memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana adalah dengan cara berfokus kepada pengkonstruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan. Dalam kenyataan,wujud dari bentuk wacana dapa tdilihat dalam beragam buah karya si pembuat wacana.
  •  Text(wacana dalam wujud tulisan/garfish), antara lain dalam wujud beruta, feature, artikel opini, cerpen dan novel.
  • Talks (wacana dalam wujud ucapan), antara lain dalamwujud rekaman wawancara, obrolan dan pidato.
  • Act (wacana dalam wujud tindakan) antara lain dalam wujud lakon drama, tarian, film, defile dan demonstrasi.
  • Artifact (wacana dalam wujud jejak) antara lain dalam wujud bangunan, lansekap, fashion dan puing. 
    Sebagai bagian dari penelitian kualitatif, analisis wacana sosial mengenal lima paradigm penelitian yaitu positivistik, post-positivistik, konstruktif, kritis dan partisipatoris, dimana masing-masing paradigma memiliki karakteristik dan tuntutan yang berbeda - beda dalam proses pengumpulan dan jenisdata yang mesti dikumpulkan. 
    Nah gaiss ini ada salah satu contoh penelitian yang menggunakan analisis wacana yang berjudul "Wacana ahmadiyah di Media Massa (Anallisis Wacana Pemberitaan Harian Suara Merdeka dalam Kasus Penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah Indonesia di Cikeusik, Pandeglang, Banten).

2. Semiotika
Lanjut pembahasan yang kedua gaisss, sebelumnya mungkin kalian belum pernah dengar tentang semiotika. Jadi buat kalian yang belom tau semiotika simak ulasan saya berikut ini. Jadi gais semiotika adalah merupakan studi tentang tanda-tanda (sign), fungsi tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang berarti sesuatu untuk orang lain. Studi semiotik tanda-tanda, penggunaan tanda dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanda. Dengan kata lain, ide semiotik (tanda, makna, denotatum dan interpretan) dapat diterapkan untuk semua bidang kehidupan selama tidak ada prasyarat terpenuhi, yaitu ada artinya diberikan, ada makna dan interpretasi. Semiotika dibagi menjadi tiga cabang yaitu:
  • Semantik: hubungan antara tanda dan hal-hal yang mereka lihat; denotata mereka, atau makna
  • Sintaksis: hubungan antara tanda-tanda dalam struktur formal
  • Pragmatik: hubungan antara tanda dan tanda-menggunakan agen

Elemen Dasar Semiotika

  • Komponen Tanda, menggambarkan tanda sebagai unit yang tidak dapat dipisahkan oleh dua bidang seperti selembar kertas yaitu bidang khusus untuk menjelaskan bentuk atau ekspresi. Dan bidang-bidang penting untuk menjelaskan konsep atau makna.
  • Analisis Tanda, analisis tanda-tanda dalam strukturalisme bahasa menyiratkan kombinasi aturan yang terdiri dari dua sumber, yaitu:
- Aksis paradigmatik, kosakata karakter atau kata-kata
- Tanda sintagmatik, digunakan untuk memilih dan menggabungkan karakter berdasarkan aturan atau kode tertentu untuk mendapatkan ekspresi yang bermakna
  • Tingkatan Tanda, Roland Barthes mengembangkan dua tingkat makna, nama dan konotasi. Denotasi adalah tingkat makna yang menciptakan makna eksplisit, langsung, dan spesifik. Sedangkan konotasi adalah level makna yang menciptakan makna implisit dan tersembunyi. Barthes juga melihat makna yang terkait dengan mitos, yaitu pengkodean makna dan nilai sosial, sebagai sesuatu yang dianggap wajar.
  • Relasi antar Tanda, ada dua bentuk Relasi antar Tanda utama yaitu:
- Metafora adalah model interaksi karakter di mana karakter dari satu sistem digunakan untuk menjelaskan arti dari sistem lain.
- Metonimi adalah interaksi tanda-tanda di mana satu tanda terhubung ke tanda lain, di mana                  ada hubungan antara bagian-bagian dan keseluruhan.

Jadi gais dari penelitian Semiotika ini,aku sudah pernah ngebaca judul penelitian yang mudah di pahami yaitu "REPRESENTASI ORANG TUA TUNGGAL PADA IKLAN SITUS WEB PERDAGANGAN ELEKTRONIK (Analisis Semiotika Iklan Blibli.com versi "Bahagia itu kita yang buat")

3. Analisis bingkai

Lanjut untuk pembahasan yang terakhir disini ada analisis bingkai, jadi gais analisis bingkai adalah salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia di balik sebuah perbedaan, bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis bingkai di pakai untuk mengetahui bagaimana realitas di bingkai oleh media. Melalui analisis bingkai akan dapat diketahui siapa mengendalikan siapa, siapa lawan siapa, mana kawan mana lawan, mana patron mana klien, siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan, siapa menindas dan siapa tertindas. Analisis bingkai merupakan suatu seni-kreativitas yang memiliki kebebasan dalam menafsirkan realitas dengan menggunakan teori dan metodologi tertentu. Ada dua esensi utama dari analisis bingkai, yaitu pertama bagaimana yang tidak diliput. Kedua, bagaimana fakta di tulis. Aspek ini berhubungan dengan pemakaian kata, kalimat, dan gambaran untuk mendukung gagasan. Landasan Teoritik dari Analisis Bingkai ialah perspektif komunikasi, perspektif sosiologi, perspektif psikologi, perspektif disiplin ilmu lain. Dalam praktiknya, analisis bingkai jugamembuka peluang bagi implementasi konsep- konsep sosiologi, politik, dan kultural looh . . gunanya untuk menganaliis fenomena komunikasi, sehingga suatu fenomena dapat diapresiasi dan dianalisis berdasarkan konteks sosiologis, politis, atau kultural yang melingkupinya. 
    Salah satu efek bingkai yang paling mendasar ialah realitas sosial yang kompleks, penuh dimensi dan tidak beraturan disajikan dalam berita sebagai sesuatu yang sederhana, beraturan, dan memenuhi logika tertentu. Bingkai menyediakan alat bagaimana peristiwa dibentuk dan dikemas dalam kategori yang di kenal khalayak. Karena media melihat peristiwa dari kacamata tertentu maka realitas setelah dilihat oleh khalayak adalah realitas yang sudah dibentuk oleh bingkai media.
    Salah satu judul penelitian dengan Metode Analisis Bingkai atau Framing yang pernah aku baca yaitu "ANALISIS PEMBINGKAIAN MEDIA PADA PROGRAM BINGKAI SUMATERA EPISODE RANAH MINANG NEGERI PEREMPUAN DI DAAI TV"

Horeee akhirnya finish juga pembahasan MPKK kita pada kali ini, Terima kasih banyak yang sudah sampai part 3 hehehhee.... Sampai jumpa in the next my blog see u.......... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mari belajar memahami teori teori komunikasi part 2 bersama ario

GRAND OPENING SEBLAK MANTAN "Memberikan pengalaman baru "

pengalaman pribadi saya menonton bioskop di masa pandemi